BRUAAAK!
Sebuah suara keras mengusik kedamaian di pagi itu. Bunyi tersebut tak
hanya menghentikan kesibukan beberapa manusia yang berlalu-lalang di sana.
Namun juga menampakkan pemandangan mencekam kepada mereka. Seorang gadis remaja berjilbab tergeletak di
jalanan aspal dengan kaki dan tangan yang berselimut cairan merah pekat.
Matanya masih setengah terbuka, namun jiwanya entah berada dimana. Bibir gadis itu menganga,
seperti hendak mengeluarkan suara. Tetapi yang keluar hanyalah rintihan samar.
Orang-orang yang mengetahui peristiwa naas itu segera membentuk kerumunan, dan
semakin lama kian melebar.